Minggu, 02 Desember 2012

Sejarah Patung Pancoran - Patung Dirgantara

Sejarah Patung Pancoran - Patung Dirgantara


Pernah lewat daerah Pancoran gak? pernah liat di perempatan jalan itu (depan gedung Mustika Ratu) ada patung dengan lengkung panjang, di atasnya ada patung orang sedang menunjuk ke suatu arah (Arah manaa yaa?? hehehe). Kita mengenalnya dengan nama Patung Pancoran, tapi tau gak kalo nama aslinya (yang tertulis di bawah patung itu) adalah Patung Dirgantara? kita ulas dikit yuuk,,,


patung pancoran

Patung Pancoran terletak di bundaran Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kawasan Pancoran Jakarta Selatan. Tepat di kompleks perkantoran Wisma Aldiron Dirgantara (Dahulu merupakan markas besar TNI AU). Posisi ini dianggap strategis karena merupakan pintu gerbang Jakarta Selatan dengan lapangan terbang Halim Perdanakusuma. Patung ini dibuat tinggi agar terlihat dari berbagai arah.

Dirancang oleh Edhi Sunarso pada tahun 1964-1965 dengan bantuan Keluarga Arca Yogyakarta. Ide awalnya sebenarnya datang dari Presiden pertama kita Bapak Ir. Soekarno (bung karno ini penggagas banyak monumen dan gedung di Jakarta loh! see,, namanya juga insinyuur!! presiden pertama insinyur!! hehe lanjuut...) yang ingin sekali membuat monumen untuk dunia penerbangan alias kedirgantaraan. Proses pengecoran dipimpin oleh I Gardono bersama Pengecoran Patung Perunggu Artistik Dekoratif.

Berat Patung                  : 11 Ton
Tinggi Patung                 : 11 meter
Kaki patung                   : 27 meter

Pelaksana                      : Hutama Karya
Arsitek Pelaksana          : Ir. Sutami
Arti bentuk patung         : menggambarkan semangat keberanian bangsa Indonesia untuk menjelajah angkasa

Menampilkan keperkasaan di bidang kedirgantaraan. Menekankan bahwa untuk mencapai keperkasaan, Bangsa Indonesia mengandalkan sifat Jujur, Berani, dan Bersemangat.

Bung Karno sangat ingin melihat terwujudnya patung ini, terlihat megah dan gagah. Saking totalitasnya Bung Karno, sampai-sampai beliau menjual mobil pribadi nya (weeeww.. hari giniii gak ada niiih kepala negara kaya ginii!) dan mengawasi pekerjaan tersebut sendiri (kalo inii siih karena jiwa insinyur kali yaaa..)

Pada saat pengerjaan sempat mengalami keterlambatan karena ada peristiwa G 30S PKI pada tahun 1965. Sempat tersebar isu tidak jelas bahwa patung pancoran menggambarkan alat pencungkil mata orang PKI yang jelas disangkal Bung Karno.

Yang menarik, teknologi sipil jaman dulu masih tradisional banget.. alat pemasangannya saja sederhana : DEREK TANGAN!! yupp.. ditarik manual pake tangaan. Makanya kalo Bung Karno disana, aparat agak repot menjaga keamanan pak presiden,,hihihihi,,

Believe it or not, banyak isu beredar macam-macam kemana Patung Pancoran  menunjuk, diantaranya:

1. menunjuk sebuah lokasi tempat Bung Karno meletakkan harta nya sehingga dipercaya dapat melunasi hutang negara (ini agak ngebingungin yaa,, kenapa kudu ngejual mobil kalo hartanya aja bisa buat ngelunasi hutang negara)

2. Menunjuk sunda kelapa yang merupakan jantung peradaban Indonesia selama dijajah Belanda.

Naah,, yuuk kita lihat dan perhatikan, kira2 bung patung nunjuk kemana yaa??

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar